Tanah Datar, Startingnournalt.com-Sosialiasi ke tiga Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2026 tentang program Surau Silek, di kantor UPT Kecamatan Lintau Buo Utara, Senin (7/9) di hadiri oleh sembilan kepalah sekolah dasar beserta asisten serta guru silek yang biasa di panggil tuo Silek dan Camat Lintau Buo Utara yang mewakili.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nazirwan, A. Md selaku PPTK bidang Kebudayaan menyampaikan bahwa program GSMS Surau Silek ini adalah salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar.
“Dalam kegiatan ini, melalui hasil rapat kita kemaren, saat ini kita akan membuat kesepakatan antara sekolah dengan dinas. Itu yang harus kita perhatikan, lalu terkait juknis pembelajaran kepada siswa. Itu juga perlu kita diskusikan hari ini. Kegiatan GSMS ini berasal dari APBD Kabupaten Tanah Datar. Ini juga salah satu program unggulan pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk kembali membangkitkan Surau Silek yang sekali lagi merupakan program unggulan Bupati Tanah Datar. Ini adalah monitoring dan diskusi untuk yang ke tiga kalinya. Kita buka ruang diskusi hari ini agar semua pelaku baik itu kepala sekolah, seniman dan dan Silek memahami apa maksud dan tujuan kegiatan ini, harapan kami semoga dengan adanya kegiatan Surau Silek tradisi ini bisa menjaga, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya kita melalui regenerasi kedepannya nanti,” ujar Nazirwan.
Terakhir, Nazirwan juga menjelaskan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini adalah menyampaikan permohonan maafnya atas ketidak hadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena ada agenda atau kegiatan Dinas luar.
Iklhas Satria, Kasi Tata Pemerintahan kantor Camat Lintau Buo Utara, pada kata sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan karakter dan etika anak dalam kehidupan sehari-hari.
Kami mewakili pak camat hadir pada kegiatan ini. Ini adalah sesuatu hal yang luar biasa. Ini adalah salah satu teknis peningkatan dalam dunia silek. Sekarang silek masuk sekolah dan menjadi salah satu program unggulan, di fasilitasi oleh sekolah, dinas sangat mensuport bahkan pemerintah daerah juga menganggarkan dana untuk kegiatan ini. Ini adalah bentuk pengajaran silek yang sangat bermanfaat. Kita selaku orang tua tidak ragu dan khawatir akan keselamatan anak kita karena sudah ada pihak yang bertanggung jawab untuk ini. Yang jelas, dinas dan guru adalah bagian administrasi dalam hal ini. Namun semuanya tentu harus sepemahaman dan kesepakatan kita. Silek ini juga tentang akhlak, bagaiman anak kita bisa mengendalikan diri, bagaiman anak bisa lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan yang ada. Silek tradisi ini semua anak nagari bisa belajar,” ungkap Iklhas Satria.
Mertria Eliza, M. Pd, Kepala SD Negeri 25 Balai Tangah yang juga salah satu guru literasi Tanah Datar, menjelaskan secara transparan terkait juknis kegiatan program GSMS Surau Silek ini.
“Saat ini kita berdiskusi bagaiman silabus atau pemahaman pembelajaran ini akan kita pahami dengan adanya akun resmi nantinya yang akan memposting setiap kegiatan kita nantinya. Lalu ada kontrak kerjasama yang nantinya akan kita sepakati bersama. Kemudian adalah pembuatan silabus atau modul ajar. Bagaimana nanti cara pembuatannya, nanti akan di bantu oleh dinas. Juga ada jadwal kegiatan. Semoga nanti hendaknya setelah sebelumnya tertunda oleh kegiatan kita, saat ini kita ambil kesepakatan agar semuanya bisa clear hari ini,” pungkas Metria Eliza.
Di akhir acara, kegiatan di lanjutkan dengan diskusi bersama untuk mencari kesepakatan jadwal kegiatan dan yang lainnya. (KT)












