Tanah Datar, Startingjournalt.com-Peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru diharapkan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah, terutama dalam menghadapi perubahan pendidikan di era digital.
Penguatan kepemimpinan, literasi dan pemanfaatan teknologi didorong agar proses belajar semakin bermakna bagi peserta didik di Tanah Datar.
Upaya tersebut menjadi fokus Seminar Peningkatan Potensi Kepala Sekolah dan Guru, Literasi serta Digitalisasi Pembelajaran Menuju Pembelajaran Bermutu yang digelar di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan selama dua hari pada tanggal 18-19 September 2026 yang diikuti lebih kurang 500/hari peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga unsur Kementerian Agama.
Ketua Pelaksana, Metria Eliza, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas digital leadership kepala sekolah, memperluas wawasan guru dalam memanfaatkan platform digital serta mendorong budaya literasi kreatif berbasis teknologi.
“Transformasi digital menuntut peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru,” ujar Metria.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya melalui penguasaan ilmu dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kepekaan dalam memahami peserta didik.
“Guru tidak cukup hanya memiliki kompetensi ilmu, tetapi juga harus memiliki kompetensi hati,” kata Eka Putra.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki karakter dan persoalan yang berbeda sehingga guru perlu memahami kondisi murid sebelum memberikan penilaian.
“Anak-anak mungkin akan lupa pelajaran sekolah, tetapi mereka tidak akan mudah melupakan bagaimana seorang guru memperlakukan mereka,” ujarnya.
Dari pemerintah pusat, Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., melalui virtual zoom menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi pembelajaran bermakna.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis,” katanya.
Menurut Gogot, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah pengetahuan, menyampaikan pendapat hingga mengambil keputusan secara tepat.
“Literasi adalah kunci pembelajaran bermakna dan pembelajaran mendalam,” ujarnya.
Sejalan dengan digitalisasi pembelajaran, pemerintah telah memberikan dukungan Papan Interaktif Digital (PID) kepada 486 sekolah di Tanah Datar. Gogot menegaskan perangkat tersebut harus digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
“Digitalisasi tidak boleh mengabaikan guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah dan pengawas,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat serta beristirahat.
Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan Tanah Datar, dengan menempatkan literasi sebagai fondasi, guru sebagai penggerak dan teknologi sebagai sarana untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu.(KT)












