BERITA  

Pemkab Tanah Datar Perkuat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, Komitmen Menuju Generasi Emas 2045.

 

Tanah Datar, Startingjournalt.com-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat komitmen menekan angka stunting sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kabupaten Tanah Datar di Aula Cindua Mato Kantor Bappedalitbang Tanah Datar, Rabu (23/9).

 

Rakor dipimpin Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly selaku Ketua TP3S Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staff Ahli TP PKK Dwinanda Ahmad Fadly, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jasrinaldi, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Ahmad Fadly menegaskan bahwa penanganan stunting tidak semata-mata berorientasi pada angka, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi Tanah Datar.

“Berbicara tentang stunting, kita tidak hanya berbicara tentang angka semata, tetapi menyangkut masa depan generasi Tanah Datar,” kata Ahmad Fadly.

Ia menyampaikan, berbagai program telah dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Namun, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh pelaksanaan dan aksi nyata di lapangan, sehingga diperlukan koordinasi yang kuat dan berkelanjutan.

Karena itu, Ahmad Fadly meminta seluruh OPD terkait dan para camat memaparkan program yang telah dilaksanakan serta rencana ke depan, termasuk strategi yang dapat mempercepat penanganan stunting di wilayah masing-masing.

“Saya minta kepada semua OPD terkait dan camat untuk memaparkan apa yang telah dan yang akan dilakukan terkait TP3S, termasuk strategi yang dilakukan ke depannya,” tegasnya.

Ia juga meminta jajaran TP3S mulai dari tingkat jorong, nagari, kecamatan hingga kabupaten memperkuat koordinasi dan bergerak lebih cepat. Monitoring dan evaluasi, audit kasus stunting, serta edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penanganan berjalan tepat sasaran.

“Terus lakukan monitoring, evaluasi dan audit kasus stunting serta melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran melalui sosialisasi dinas terkait. Dengan begitu, upaya penurunan stunting bisa menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Staff Ahli TP PKK Kabupaten Tanah Datar Dwinanda Ahmad Fadly menekankan pentingnya sinergi kemitraan dan pemanfaatan media informasi dalam mendukung pencegahan stunting. Media radio dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye dan edukasi mengenai pentingnya imunisasi, pemenuhan gizi, serta langkah-langkah pencegahan stunting.

“Kita akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kominfo, perguruan tinggi, rumah sakit, dan puskesmas untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan pencegahan stunting. Pemanfaatan media radio dan media sosial akan dimaksimalkan, termasuk untuk mendukung distribusi susu khusus PKMK (Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus) bagi sasaran yang membutuhkan,” ujarnya.

Kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat dukungan dalam alokasi dan distribusi susu khusus PKMK bagi anak yang membutuhkan sesuai kondisi medisnya. Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, media, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan stunting di Tanah Datar.

Rakor TP3S menjadi langkah Pemkab Tanah Datar untuk memastikan program penurunan stunting berjalan terpadu dan berkelanjutan. Dengan penguatan koordinasi hingga tingkat jorong dan nagari serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, upaya tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mewujudkan generasi Tanah Datar yang sehat dan berkualitas menuju 2045. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *