BERITA  

Kemenag Tanah Datar Salurkan Bantuan Solidaritas untuk Korban Kebakaran di Batipuh Selatan

Tanah Datar, Startingjournalt.com-Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar menunjukkan kepedulian nyata terhadap musibah kebakaran yang menimpa tempat tinggal salah satu ASN-nya, Nurlailis, Penyuluh Agama Islam di KUA Batipuh Selatan. Kepala Kantor, H. Amril, memimpin rombongan mengunjungi lokasi rumah yang mengalami kerusakan berat di Dusun Tanjuang Jua, Nagari Guguak Malalo, Senin (13/4).

Kehadiran rombongan bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta menyerahkan donasi yang telah digalang pasca-kejadian. Penyerahan bantuan ini merupakan tindak lanjut setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) sebelumnya melakukan kunjungan awal di lokasi musibah yang terjadi pada Minggu pagi (5/4) tersebut.

“Kami mendoakan agar Ibu Nurlailis beserta keluarga diberikan kesabaran serta ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi ujian berat ini,” ujar H. Amril dengan nada penuh empati. Beliau juga mendoakan diberikan ganti yang jauh lebih baik di masa mendatang bagi keluarga korban.

Donasi yang terkumpul mencapai lebih dari Rp7 juta, berasal dari sumbangan sukarela ASN Kemenag, Pengurus DWP, hingga jajaran Madrasah. Dana tersebut diserahkan langsung oleh Kakan Kemenag dengan didampingi jajaran Kasubag TU, Kepala Seksi, perwakilan Pokjawas, sejumlah ASN Kantor serta disaksikan juga oleh staf dari KUA Batipuh Selatan yang turut menyambut rombongan.

“Semoga bantuan yang terkumpul dari seluruh jajaran ini dapat sedikit meringankan beban kerugian materiil serta menjadi berkah bagi keluarga besar Nurlailis,” tutur H. Amril saat prosesi penyerahan bantuan. Bantuan ini menjadi simbol kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas di lingkungan internal Kementerian Agama Tanah Datar.

Nurlailis yang menerima langsung kunjungan tersebut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian yang luar biasa dari pimpinan serta rekan sejawat. Baginya, kehadiran rombongan untuk memberikan doa dan semangat secara langsung menjadi ‘sitawa-sidingin’ yang amat berarti bagi batin keluarganya. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *