BERITA  

Hadir Pada FGD PGRI, Ibunda Guru: Jadikan PGRI Rumah Bagi Para Guru, Berikan Rasa Perlindungan dan Aman

filter: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; captureOrientation: 0; hdrForward: 0; shaking: 0.000000; highlight: 1; motionR: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask: 8; brp_del_th: 0.0072,0.0007; brp_del_sen: 0.1300,0.1300; delta:1; bokeh:1; ispap:1; papproctime: 2026:09:24 10:03:07; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (200, 0);aec_lux: 306.7676;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: weather:null, icon:null, weatherInfo:100;temperature: 31;zeissColor: bright;

 

Tanah Datar, Startingjournalt.com-Kegiatan Focus Group Disccusion (FGD) oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama Ibunda Guru, di laksanakan Kamis (24/9) di gedung Dharma Wanita, Batusangkar Hadir pada kegiatan ini selain Ibunda Guru PGRI Tanah Datar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Kepala Kemenag Kabupaten Tanah Datar, Ketua PGRI Kabupaten Tanah Datar, Ketua LKAM Tanah Datar, Kepala Cabdin Wilayah IV provinsi Sumatera Barat beserta peserta seluruh pengurus PGRI Kabupaten Tanah Datar dan cabang.

FGD yang bertemakan membangun komitmen bersama dan political will untuk penguatan PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang bermakna, bermartabat dan menjadi Mitra strategis pemerintah dPutra ini merupakan agenda kegiatan perdana setelah Ibunda Guru di lantik.

Ketua PGRI Kabupaten Tanah Datar, Dra. Edial Yuspita, M. M pada laporannya menyampaikan ucapan terimakasihnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saat ini PGRI sudah berusia 81 tahun.Dan jumlah anggota PGRI Kabupaten Tanah Datar saat ini sebanyak 4081orang. Kami berjalan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tanah Datar, adat basandi syara, syara basandi Kitabullah. Tentunya PGRI tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dari kita semua. PGRI selama ini sudah melaksanakan berbagai perjuangan, antara lain untuk mensejahterakan Guru dan tenaga kependidikan, mengawasi pelaksanaan perumusan undan-undang pendidikan. Kami sudah melaksanakan kerja sama dengan organisasi PGRI Malaysia,” paparnya.

Kita juga melaksanakan kerjasama dengan PGRI Kuantan Singingi (Kuansing). Kami harapkan dengan kerjasama ini bisa meningkatkan kapasitas seorang guru, lanjutnya.

“FGD ini salah satu bentuk program PGRI Kabupaten Tanah Datar. Kami ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Kabupaten Tanah Datar sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Ibunda Guru PGRI Tanah Datar, Lise Eka Putra menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini, kita bisa berdiskusi sebagai orang dewasa.

“Kondisi anak-anak kita saat ini sungguh butuh perhatian yang serius. Tekhnologi saat ini sudah canggih. Semua ada dalam satu genggaman. Peran Guru menjadi sangat penting. Jangan bertanding dengan teknologi, pahami teknologi. Dengan teknologi bisa membantu kita lebih baik kedepannya. Kadang sudah kita lakukan yang terbaik masih juga di kritik. Maka dari itu, berdamailah. Sebab kalau kita terus melawan perubahan kita akan lelah sendiri namun kalau kita berdamai dengan perubahan, InsyaAllah kita akan tetap memahami dan menjaga norma seorang guru,” jelas Lise Eka Putra.

Lebih lanjut, Ibunda Guru juga mengungkapkan, belajar tidak mengenal usia.

“Dengan faktor teknologi yang semakin berkembang, Guru juga harus menyesuaikan perkembangan itu. Tetap jaga etika dan martabat seorang Guru. Tugas kita sebagai seorang Guru, membantu menemukan potensi yang terbaik pada anak. Dengan tema kegiatan kita saat ini, bersinergi menguatkan PGRI, memuliakan Guru, mewujudkan pendidikan Tanah Datar yang berkualitas, maka pada diskusi kita kali ini, hasilkanlah sesuatu yang bermanfaat bagi Guru dan anak, berikan inovasi, ide dan kreativitas untuk langkah PGRI kedepannya,” imbuhnya.

Terakhir, Lise Eka Putra juga mengingatkan agar PGRI selalu menjadi rumah bagi para guru. Berikan perlindungan dan rasa aman bagi para guru. PGRI bukan sekedar tempat berkumpul tapi tempat untuk tumbuh bersama, berdamailah dengan kondisi, berikan yang terbaik buat pendidikan sesuai dengan visi dan misi pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar.

Dr. Alfi Hidayati, M. Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, menjelaskan pentingnya rasa tanggung jawab bagi seorang Guru.

“Pendidikan tidak mungkin menjadi tanggung jawab satudinas atau satu lembaga saja. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.  Pemerintah daerahmembutuhkan dukungan masyarakat. Dinas Pendidikan membutuhkan dukungan guru. Guru membutuhkandukungan organisasi profesi. Sekolah membutuhkan dukungan orang tua dan anak-anak membutuhkaningkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Karena itu, kegiatan FGD ini sangat penting untuk mempertemukan berbagai kekuatan pendidikan dalam forum ini,” tutur Alfi Hidayati.

“Karena itu, saya ingin membangun hubungan DinasPendidikan dan PGRI yang semakin terbuka dan produktif.  Bila ada persoalan: Kita duduk bersama. Bila ada aspirasi: Kita dengarkan.  Bila ada kebijakan yang perludiperbaiki: Kita kaji bersama. Bila ada inovasi: Kitadukung bersama.satu meja dan satu tujuan.

Kita perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi antara: Pendidikan Dasar – Pendidikan Menengah –Pendidikan Keagamaan.Jangan sampai ada sekat kewenangan yang membuat kita kehilangan kesinambungan dalam membangun karakter dankompetensi anak. Kita harus melihat pendidikan sebagai satu ekosistem,” tutup Alfi Hidayati. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *