BERITA  

Dhani Asri, ST Kawal Preservasi Jalan Muaro Kalaban–Kiliran Jao, Ruas Nasional yang Lama Dikeluhkan Kini Mulai Dibedah Total

SUMBAR | Ruas nasional Muaro Kalaban–Kiliran Jao yang selama ini menjadi jalur vital penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera Barat akhirnya mendapatkan penanganan serius dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui PPK 2.2. Di sejumlah titik, alat berat mulai bekerja membongkar badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, sementara para pekerja terlihat berjibaku di lapangan demi memastikan proses preservasi berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Penanganan yang dilakukan kali ini bukan pekerjaan biasa. Jalan yang sebelumnya dipenuhi retakan, lubang, hingga permukaan bergelombang kini dibedah hingga lapisan Kelas A sebelum dilakukan penanganan menggunakan metode CAP atau Cement Asphalt Pavement. Metode tersebut dipilih karena dinilai lebih kuat dalam menjaga daya tahan jalan serta mampu meningkatkan kualitas permukaan jalan untuk jangka panjang.Aktivitas pekerjaan berlangsung langsung di badan jalan dengan pengawasan ketat demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Petugas tampak mengatur lalu lintas secara manual agar kendaraan tetap dapat melintas meski pengerjaan berlangsung di salah satu sisi jalan. Di tengah kondisi itu, antrean kendaraan sesekali terjadi, namun situasi tetap terkendali karena koordinasi lapangan berjalan cukup baik.

Bagi masyarakat yang selama ini rutin melintas, pekerjaan preservasi tersebut dianggap sebagai jawaban atas kondisi jalan yang mulai memprihatinkan dalam beberapa waktu terakhir. Lubang yang tergenang air saat hujan dan permukaan jalan yang mulai terkikis disebut sering membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

Rahmat, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pekerjaan, mengatakan kondisi jalan sebelumnya memang membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Ia menyebut kendaraan roda dua paling sering kesulitan ketika melintas di titik kerusakan yang cukup dalam.

“Kalau malam atau habis hujan memang rawan. Pengendara harus menghindari lubang dan kadang mendadak banting setir. Jadi ketika sekarang diperbaiki total seperti ini, masyarakat tentu merasa lega karena memang sudah lama diharapkan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yuliana, pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi ruas tersebut untuk aktivitas usaha. Menurutnya, keberadaan proyek preservasi memberikan harapan baru bagi kenyamanan perjalanan masyarakat.“Sekarang memang sedikit terganggu karena ada pekerjaan, tapi masyarakat paham ini demi perbaikan jalan. Yang penting pengerjaannya benar-benar bagus dan hasilnya tahan lama supaya tidak cepat rusak lagi,” katanya.

Di sisi lain, para sopir angkutan barang juga menyambut positif langkah penanganan yang dilakukan BPJN Sumbar. Dedi, sopir truk lintas daerah, menyebut kondisi jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan serta efisiensi distribusi barang.

“Kalau jalan rusak, kendaraan cepat rusak juga dan perjalanan jadi lambat. Ruas ini termasuk jalur penting, jadi kalau diperbaiki serius seperti sekarang tentu sangat membantu masyarakat dan sopir angkutan,” ungkapnya.

PPK 2.2 Provinsi Sumatera Barat, Dhani Asri, ST, kepada awak media menegaskan bahwa preservasi jalan Muaro Kalaban–Kiliran Jao dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kemantapan jalan nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat pengguna jalan.Menurutnya, penanganan dilakukan berdasarkan kondisi kerusakan di lapangan sehingga pekerjaan tidak hanya berfokus pada penutupan lubang, melainkan juga memperkuat struktur jalan agar lebih awet dan aman digunakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin penanganan ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu pekerjaan dilakukan dengan metode yang sesuai kondisi teknis di lapangan, termasuk pembongkaran hingga lapisan tertentu agar hasil preservasi lebih maksimal dan kualitas jalan tetap terjaga,” ujar Dhani Asri, ST.

Ia juga menegaskan bahwa selama proses pengerjaan berlangsung, pihaknya terus mengutamakan aspek keselamatan baik bagi pekerja maupun pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi arahan petugas dan mengurangi kecepatan saat melintas di area pekerjaan.

Di lapangan, suasana pekerjaan terlihat penuh kehati-hatian. Sejumlah pekerja mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap sambil mengatur cone pembatas jalan dan membersihkan material hasil pembongkaran. Alat berat bergerak perlahan membentuk kembali permukaan jalan sebelum proses penanganan berikutnya dilakukan.

Langkah preservasi tersebut dinilai penting karena ruas Muaro Kalaban–Kiliran Jao merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Tidak hanya dilalui kendaraan pribadi, ruas itu juga menjadi akses utama angkutan hasil pertanian, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah.

Dengan kualitas jalan yang semakin baik nantinya, masyarakat berharap perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien. Keberadaan jalan nasional yang mantap juga diyakini akan membantu mempercepat distribusi logistik serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan.

Meski pengerjaan masih berlangsung, perubahan kondisi jalan mulai terlihat di beberapa titik yang telah selesai ditangani. Permukaan jalan tampak lebih rata dan bersih dibanding sebelumnya. Kondisi itu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan kenyamanan berkendara di jalur tersebut.

Catatan Redaksi: Perbaikan jalan yang dilakukan secara serius dan tepat sasaran akan memberikan dampak besar bagi keselamatan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang baik bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang menjaga kenyamanan dan keberlangsungan roda ekonomi masyarakat.

ADAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *