Tanah Datar | Dentuman tabuah yang dipukul Kepala BP BUMN/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, Kamis (19/2), menjadi penanda dimulainya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Momen simbolik itu bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kebangkitan baru bagi masyarakat terdampak bencana di Luhak Nan Tuo.
Di tanah kelahirannya sendiri, Dony Oskaria berdiri sebagai putra daerah yang kembali membawa harapan. Program pembangunan Huntap ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Tanah Datar.
Dalam sambutannya, Dony menegaskan bahwa Huntap yang dibangun bukan hanya sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai simbol kebangkitan mental dan ekonomi masyarakat.
“Huntap ini bukan sekadar rumah. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan mental. Sumbar harus bangkit. Kita pernah berada di posisi terbaik, dan hari ini justru berada di posisi dua terburuk secara nasional,” tegas Dony.
Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasi menyentuh angka 6 persen. Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu persoalan sosial yang lebih kompleks seperti meningkatnya angka stunting hingga penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, Dony berharap Tanah Datar mampu menjadi role model pemulihan ekonomi di Sumbar. Salah satu langkah strategis yang dipersiapkan adalah pembangunan Sekolah Rakyat yang akan menjadi pusat pengembangan generasi muda sekaligus motor penguatan sumber daya manusia.
“Sekolah Rakyat nantinya akan menampung sekitar 3.000 siswa, gratis dan berkualitas, dari tingkat SD, SMP hingga SMA, lengkap dengan asrama,” ujarnya optimistis.
Tak hanya berbicara konsep, Dony memastikan pembangunan 80 unit Huntap ditargetkan rampung dalam waktu 3 hingga 4 bulan ke depan agar segera dapat dihuni oleh masyarakat terdampak bencana.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan program tersebut. Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 1,8 hektare dengan cadangan tambahan sekitar 4 hektare untuk pengembangan lanjutan.
“Kami bergerak cepat. Saat daerah lain masih membangun hunian sementara, kita sudah masuk tahap hunian tetap. Saat ini akan dibangun 80 unit rumah, dan jika masih dibutuhkan, lahan cadangan siap digunakan,” kata Eka Putra.
Menurutnya, pembangunan fisik harus diiringi dengan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemkab Tanah Datar juga menyiapkan program pemberdayaan seperti pembentukan kelompok tani dan penyediaan mesin jahit guna mendukung usaha warga agar ekonomi tetap berputar.
Terkait Sekolah Rakyat, Eka Putra mengungkapkan bahwa proses administrasi tengah berjalan dan ditargetkan mulai dibangun pada 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi atas hibah lahan dari keluarga Dony Oskaria.
“Alhamdulillah, untuk Sekolah Rakyat kita mendapatkan hibah tanah seluas 10,5 hektare dari keluarga Pak Dony Oskaria. Saat ini kita sedang proses semuanya, InsyaAllah tahun ini akan dimulai pembangunan,” terangnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia mengapresiasi langkah cepat Danantara dalam membantu masyarakat terdampak bencana di Tanah Datar.
“Hari ini kita menyaksikan groundbreaking Huntap di Tanah Datar. Danantara bergerak cepat, menyalurkan ratusan alat berat dan ratusan ribu paket sembako melalui BUMN. Pelayanan BUMN ke depan harus semakin cepat dan tepat,” ujarnya.
Andre berharap program serupa tidak berhenti di Tanah Datar saja, melainkan diperluas ke kabupaten dan kota lain di Sumbar. Ia menilai kualitas hunian yang dibangun Danantara sudah baik dan harus terus ditingkatkan demi kenyamanan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Danantara, DPR RI, dan berbagai BUMN, pembangunan Huntap di Rambatan diharapkan menjadi tonggak penting pemulihan pascabencana sekaligus kebangkitan ekonomi dan sosial masyarakat Tanah Datar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Nindya Karya, Wakil Direktur HKI, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Komisaris PT Semen Padang, Komisaris InJourney, Ketua DPRD Tanah Datar, unsur Forkopimda, Sekda, serta sejumlah undangan lainnya.
Sgt












