BERITA  

Bupati Eka Putra: Bundo Kanduang Penjaga Adat dan Generasi Minangkabau

Tanah Datar, Startingjournalt.com-Sehari setelah pembukaan Festival Minangkabau 2026 oleh Gubernur Sumatera Barat, salah satu rangkaian kegiatan utama kembali digelar, yakni Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia III yang dipusatkan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo, Tanah Datar, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang diikuti Bundo Kanduang dari berbagai negara, sejumlah provinsi di Indonesia, serta seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat itu secara resmi dibuka Bupati Tanah Datar, Eka Putra.

Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas terselenggaranya kongres yang mempertemukan Bundo Kanduang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan emosional masyarakat Minangkabau terhadap kampung halaman, meski telah lama merantau.

“Kehadiran Bundo Kanduang dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia dan Australia menjadi bukti bahwa sejauh apa pun orang Minang merantau, hati dan jiwanya tetap terpaut dengan kampung halaman,” ujarnya.

Bupati berharap kongres tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan dan pemikiran yang bermanfaat bagi kemajuan generasi muda Minangkabau.

Ia menegaskan, Bundo Kanduang memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam tatanan adat Minangkabau sebagai pewaris sako dan pusako, sekaligus penjaga nilai-nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat.

“Bundo Kanduang memiliki kedudukan sosial yang tinggi sebagai pewaris sako dan pusako, serta penyimpan hasil ekonomi kaum. Peran ini harus terus diperkuat agar Bundo Kanduang menjadi kekuatan utama dalam membentuk karakter dan pendidikan generasi muda,” katanya.

Eka Putra juga mengajak seluruh Bundo Kanduang untuk terus menjaga kehormatan kaum serta memperkuat nilai-nilai adat dan agama sebagai fondasi dalam membangun generasi Minangkabau.

“Ibarat sebuah bangunan yang kokoh karena fondasinya kuat, demikian pula Minangkabau akan tetap kokoh apabila generasinya berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan adat,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh Bundo Kanduang untuk terus mempererat persatuan, mewariskan budaya kepada generasi penerus, serta memperkuat peran perempuan dalam membangun Minangkabau sesuai jati dirinya.

Sementara itu, Penasehat Bundo Kanduang Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta kongres yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

“Saya merasa bangga dan terharu melihat Bundo Kanduang dari Malaysia, Australia, dan berbagai daerah di Indonesia hadir di Tanah Datar. Semua ini terjadi karena kecintaan yang begitu besar terhadap Minangkabau. Terima kasih atas kehadiran semuanya,” ujarnya.

Ny. Lise mengajak seluruh Bundo Kanduang untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang sejalan dengan ajaran agama.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka.

Menutup sambutannya, Ny. Lise berharap seminar yang digelar dalam rangkaian kongres mampu menghasilkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi pedoman bagi Bundo Kanduang ke depannya.

“Saya juga berharap kegiatan berbagi ilmu, pengalaman, dan wawasan kepada generasi muda terus dilakukan, baik oleh Bundo Kanduang di luar negeri maupun di berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.

Pada Kongres Bundo Kanduang Sedunia III yang mengusung tema “Membaca Alam Takambang dalam Memelihara Lingkungan Hidup Berbasis Nilai Kearifan Lokal dalam Konsep Berpikir Ekologis” tersebut juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Cabang Bundo Kanduang Negara Malaysia oleh Ketua Bundo Kanduang Internasional, Prof. Dr. Hj. Puti Reno Raudha Thaib. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *