Tanah Datar, Startingjournalt.com-Kharisma Khairunnisaa, S. Pd., Gr adalah seorang guru SD Negeri 03 UPT Sungayang, Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang berhasil tembus tingkat nasional pelatihan pendidikan inklusif dan salah satu peserta terbaik dari 7 orang se Indonesia yang mendapatkan reward ke Negeri Sakura, Jepang.
Kharisma Khairunnisaa menyampaikan bahwa tujuan kegiatan pendidikan inklusif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru tentang bagaimana pelaksanaan pendidikan inklusif disekolah.
“Peserta awal pendaftar adalah 500 orang lebih dari seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian yang lolos administrasi sekitar 120 orang. Dari 120 orang ini yang berhak untuk ikut wawancara sebanyak 66 orang. Ada tes wawancara serta pengetahuan, lalu dari 66 di seleksi menjadi 30 peserta. Dan berkesempatan langsung untuk bekerjasama dengan Hiroshima University, LPDP (Lembaga Penyedia Dana Pendidikan), Direktorat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus,” jelasnya, Senin (5/10).
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa dari 30 orang peserta tadi di pilihlah 7 orang peserta terbaik yang akan mendapatkan reward untuk study tour mengunjungi Hiroshima University, Jepang.
“Program tersebut di disain untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pendidikan inklusif melalui kunjungan sekolah-sekolah, sarana dan prasarana dan diskusi bersama guru serta tenaga pendidik di Jepang, dan pengalaman budaya serta kegiatan refleksi,” lanjutnya.
“Kami adalah satu-satunya perwakilan dari Sumatera Barat untuk pendidikan inklusif ini yang mendapatkan reward ke Jepang tersebut. Kami berharap tentunya akan mendapatkan pengalaman baru di negeri orang terkait pendidikan, budaya dan nantinya pendidikan inklusif itu bisa di terapkan sekolah kami, dan juga membukanya wawasan, serta menambah sahabat pena dari mancanegara maupun lokal,” tutupnya.
Gustiwarman, S. Pd, SD, selaku Kepala UPT SD Negeri 03 Sungayang merasa bangga akan keberhasilan yang di capai oleh gurunya.
“Pertama, kami merasa bangga dan bersyukur karena guru kami terpilih 7 besar secara nasional untuk pendidikan inklusif mengalahkan lebih dari 500 pesaing se Indonesia. Kami berharap juga untuk bisa memberikan motivasi kepada guru-guru UPT SD Negeri 03 Sungayang, kecamatan maupun Kabupaten Tanah Datar untuk selalu menambah ilmu dalam mendidik terutama untuk pendidikan inklusif,” jelas Gustiwarman.
Gustiwarman juga memohon dukungan kepada semua pihak khususnya Dinas Pendidikan dan pemerintahan daerah secara moril dan materiel agar pendidikan inklusif ini berjalan dengan optimal.
Muharmaini, S. Pd., M. M, sebagai pengawas wilayah binaan kecamatan Sungayang yang selalu memberikan motivasi kepada guru-guru binaannya berharap kepada rekan-rekan guru untuk dapat mengikuti kesempatan belajar melalui pelatihan dan seminar yang di adakan oleh kementerian maupun Dirjen pendidikan.
“Banyak kesempatan yang di buka melalui kegiatan tersebut. Ini salah satu bukti yang sudah mengikuti seminar di luar jam sekolah. Guru kami ini mendapatkan reward untuk ke Hiroshima University, Jepang. Juga kepada Pemerintah Daerah agar memperhatikan pendidikan inklusif ini supaya tidak ada lagi perbedaan antara anak yang berkebutuhan khusus dengan anak normal lainnya. Di setiap sekolah, anak yang berkebutuhan khusus agar mendapatkan perhatian lebih, dan kami berharap kedepannya akan lahir lagi Kharisma-Kharisma lainnya,” ungkapnya.
Dr. Alfi Hidayati, M. Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Kharisma Khairunisa, S.Pd., Guru SDN 03 Sungayang, yang telah berhasil lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan di Hiroshima University, Jepang, dalam rangka memperdalam ilmu dan praktik Pendidikan Inklusif.
“Keberhasilan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga merupakan kebanggaan bagi sekolah, Kecamatan Sungayang, dan Kabupaten Tanah Datar. Ibu Kharisma telah menunjukkan bahwa guru Tanah Datar mampu bersaing dan memperoleh kesempatan belajar di tingkat internasional,” ujar Alfi Hidayati.
“Kami berpesan, berangkatlah dengan semangat untuk belajar, membuka wawasan, dan menyerap praktik-praktik terbaik pendidikan inklusif dari Jepang. Jadikan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk memperkaya kompetensi, memperluas jejaring, serta menemukan inovasi yang nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di Tanah Datar,” pungkasnya. (KT)
Berita Terkait
Post Views: 10












