BERITA  

Memasuki Hari Kedua, Minang Diaspo Network Global Malaysia Kunjungi Istano Silinduang Bulan

Tanah Datar, Startingnournalt.com-Hari Kedua di Tanah Datar, Minang Diaspora Network Global Malaysia Kunjungi Istano Silinduang BulanMemiliki akar sejarah yang panjang dengan Minangkabau, Delegasi Minang Diaspora Network Global dari Negara Malaysia kunjungi Istano Silinduang Bulan Rabu, (9/9).

Presiden Minang Diaspora Network-Global Prof. Fasli Jalal mengatakan, kunjungan rombongan akademisi tersebut diharapkan memperkuat kembali hubungan antara Minangkabau dengan Malaysia.

Menurut Fasli Jalal, kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan bersama diaspora Minang di Sydney sekitar tiga tahun lalu.

Saat itu, hampir 200 orang mengikuti program selama tujuh hari dengan mengunjungi sejumlah daerah yang menjadi asal-usul keluarga mereka di Sumatera Barat.

Program tersebut menunjukkan bahwa kunjungan ke tanah leluhur tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga dapat membangun kembali ikatan emosional dan pemahaman generasi muda diaspora terhadap akar budaya mereka.

“Mereka datang membawa anak-anaknya yang tidak punya bayangan mengenai tanah leluhur mereka. Setelah datang, akhirnya timbul bonding yang kuat dan mereka kembali lagi. Bahkan ada yang secara rutin setiap tahun pulang ke Sumatera Barat,” ujar Fasli.

Fasli mengatakan, hubungan Minangkabau dengan Malaysia sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan terjalin melalui berbagai hubungan personal maupun kelompok. Namun, menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi menjadi penting untuk memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Karena itu, Minang Diaspora Network-Global berupaya mengajak para akademisi Minang Diaspora Malaysia untuk hadir langsung ke Sumatera Barat melalui program kunjungan selama tujuh hari.

Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah mendatangi Istano Silinduang Bulan untuk memperoleh pemahaman mengenai filosofi Minangkabau, sejarah serta adat dan budaya Minangkabau.

“Untuk mendapatkan pencerahan tentang filosofi Minangkabau, sedikit sejarah, dan adat Minangkabau. Di sini ada Bundo Raudhah yang merupakan salah satu tokoh penting dalam adat Minangkabau,” jelas Fasli.

Sementara itu, Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung, Sutan Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah menyambut baik kunjungan Minang Diaspora Malaysia tersebut. Menurutnya, hubungan masyarakat Minangkabau dengan masyarakat di Malaysia, khususnya Negeri Sembilan, memiliki sejarah yang sangat erat.

Ia menjelaskan, perpindahan masyarakat Minangkabau ke Semenanjung Malaya telah berlangsung sejak masa lampau melalui sejumlah jalur, di antaranya Rokan, Siak dan Indragiri.

“Hubungan antara Malaysia, khususnya Negeri Sembilan, memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Minangkabau,” ujarnya.

Ia menilai, kunjungan diaspora Minang Malaysia ke Sumatera Barat menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali sejarah dan akar budaya kepada generasi keturunan Minangkabau yang lahir dan tumbuh di Malaysia.

Hal senada disampaikan Yang Dipertuan Gadih Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P.. Ia menegaskan, hubungan antara masyarakat Minangkabau di Ranah Minang dengan diaspora di berbagai wilayah tidak akan pernah benar-benar terputus.

Ia mengibaratkan hubungan tersebut seperti dua tali yang mengikat masyarakat Minangkabau, yakni nasab melalui garis ayah dan suku melalui garis ibu.

“Orang Minang itu bernasab ke ayah, bersuku ke ibu. Jadi dari dua tali sambung, tali sambung ayah menjadi nasab, tali sambung ibu menjadi suku. Tali sambung itu tidak akan pernah putus sampai akhir zaman,” ungkapnya.

Menurut Bundo Raudhah, secara biologis hubungan tersebut tidak terputus. Namun, hubungan sosial dan kebudayaan dapat semakin jauh apabila tidak terus dipelihara.

“Secara DNA tidak putus, tapi secara hubungan mungkin putus. Kunjungan ini salah satu upaya menyambung kembali,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bundo Raudhah juga memberikan pemahaman kepada rombongan mengenai sejarah Minangkabau serta adat dan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *