Tanah Datar, Startingnournalt.com-Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik daerah, H. Afrizon, S.Ag., M.Pd, berpulang setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Jorong Taratak Indah, Nagari Sungayang, Kecamatan Sungayang, Rabu (9/9). Prosesi pelepasan jenazah dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, didampingi Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi dan Asisten I Setda Tanah Datar Jasrinaldi.
Di balik suasana duka tersebut, terselip kisah haru dari keluarga almarhum. Beberapa saat sebelum berpulang, H. Afrizon sempat menerima kabar yang selama ini dinantikannya, yakni kelahiran cucu pertamanya.
Putra almarhum, Fikran Aulia Afsya, menceritakan, sang ayah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada Senin sekitar pukul 03.30 WIB karena kondisi kesehatannya melemah dan tidak stabil.
H. Afrizon kemudian menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar. Di tengah kondisi kesehatan dan kesadarannya yang mulai menurun, keluarga mendapat kabar bahagia bahwa cucu yang selama ini dinantikannya telah lahir.
Kabar tersebut diterima keluarga pada Selasa sekitar pukul 13.00 WIB. Fikran kemudian menyampaikan kabar kelahiran sang cucu kepada ayahnya.
Meski dalam kondisi lemah, almarhum masih sempat melihat foto dan video cucunya yang baru lahir.
Bagi keluarga, momen tersebut menjadi kenangan yang sangat berarti. Sebab, kehadiran sang cucu memang telah lama dinantikan H. Afrizon. Bahkan, semasa hidup, almarhum kerap membayangkan dapat menghabiskan masa pensiunnya bersama sang cucu.
“Dari dulu Ayah bilang, nanti cucu itu Ayah yang akan bawa sekolah. Nanti Ayah pensiun, main-main di sekolah. Ayah siapkan ayunan untuk cucu Ayah,” tutur Fikran.
Harapan sederhana tersebut kini menjadi kenangan bagi keluarga. Almarhum sempat mengetahui kelahiran cucunya dan melihat wajah sang cucu melalui foto dan video, sebelum akhirnya menghadap Sang Pencipta.
“Alhamdulillah, mungkin Allah lebih menyayangi beliau. Memang beliau menunggu cucunya lahir terlebih dahulu,” ujar Fikran.
Atas nama keluarga, Fikran menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, perhatian dan dukungan selama almarhum menjalani perawatan hingga berpulang.
Ia juga berharap berbagai cita-cita, pengabdian serta hal-hal baik yang telah dirintis ayahnya dapat dilanjutkan oleh keluarga dan menjadi amal kebaikan bagi almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidupnya H. Afrizon pernah melakukan kesalahan, kekhilafan maupun kekurangan, baik dalam kehidupan pribadi, kedinasan maupun aktivitas organisasi.
“Kami memohon maaf kepada Bapak, Ibu semua. Bukakan pintu maaf untuk ayah kami. Relakan apa yang mungkin pernah diucapkan dan disampaikan oleh ayah kami,” ucap Fikran.
H. Afrizon merupakan sosok yang dikenal memiliki perjalanan pengabdian cukup panjang. Sebelum bergabung dan mengabdi di Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, almarhum pernah menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Agama. Selain dalam kedinasan, almarhum juga aktif dalam berbagai organisasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya H. Afrizon. Ia menyebut kepergian almarhum menjadi duka bagi keluarga sekaligus bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya H. Afrizon. Semoga almarhum berpulang dalam keadaan husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Ahmad Fadly.
Wakil Bupati juga menyampaikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan dan mengajak keluarga besar almarhum untuk menerima kepergian tersebut dengan sabar dan tabah.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan. Kita serahkan seluruh ketentuan ini kepada Allah SWT,” tuturnya.
Kepergian H. Afrizon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, rekan kerja dan berbagai pihak yang selama ini mengenal serta berinteraksi dengan almarhum. Namun, bagi keluarga, satu kenangan akan selalu tersimpan: almarhum sempat menanti, mengetahui dan melihat wajah cucu yang selama ini dirindukannya sebelum berpulang untuk selamanya. (KT)












