BERITA  

Kisah Inspiratif Dibalik Perjalanan Silaturahmi IKTD Tanjung Pinang

Tanjung Pinang, Startingnournalt.com-Perjalanan rombongan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam agenda Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) di Tanjungpinang dan Batam tidak hanya menjadi momentum silaturahmi dengan para perantau.

 

Di tengah perjalanan tersebut, rombongan justru dipertemukan dengan sosok perempuan asal Tanah Datar yang memiliki kisah perjuangan dan perjalanan usaha yang menginspirasi.

Dialah Resianti (52), perempuan asal Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, yang kini dikenal sebagai salah seorang pengusaha rental mobil di Batam yang bernama PT Ananda Aditya Jaya.

Bermodal dari satu unit mobil sewa, Resianti kini mampu mengembangkan bisnis rental dengan puluhan unit kendaraan serta jaringan usaha di berbagai daerah.

Yang membuat kisahnya semakin menarik, kendaraan dari usaha yang dirintisnya tersebut menjadi langganan kebutuhan transportasi rombongan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, kementerian, hingga berbagai perusahaan dan instansi lainnya di daerah seperti di Kepulauan Riau, Propinsi Riau, dan daerah lainnya.

Resianti menjelaskan, jauh sebelum dikenal sebagai pengusaha rental mobil, dia merupakan seorang anak sulung dari enam bersaudara yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah sang ayah meninggal dunia

Sebagai anak tertua, Resianti merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu ibu dan membiayai pendidikan lima adiknya.

Dari awalnya merantau ke Dumai, Pekanbaru, Tanjung Pinang, hingga ke Batam, pahit manisnya hidup telah ia rasakan, bahkan untuk tempat tinggal sekalipun ia pernah tidur di rumah liar.

Namun dengan tekad yang kuat, motivasi, dan komitmen untuk merubah nasib keluarga yang dicintai Resianti bisa sukses meskipun hanya tamat sekolah menengah atas (SMA).

“Motivasi saya bertahan adalah menaikkan harga diri orang tua dan keluarga. Saya ingin orang tua saya dihargai,” ujarnya.

Baginya, keberhasilan bukan hanya soal modal besar. Bahkan hanya bermodal keberanian, kemauan, konsistensi dan doa kesuksesan bisa diraih.

Resianti memiliki kebiasaan yang terus dijaganya hingga kini. Ia terbiasa bangun sekitar pukul 03.00 dini hari.

Shalat tahajud, membaca Al-Qur’an setidaknya satu lembar, salat Subuh, kemudian berolahraga dan bekerja menjadi rutinitas yang telah dijalaninya selama puluhan tahun.

Keberhasilan tidak datang hanya karena keberuntungan. Ada doa, disiplin, keberanian mengambil peluang dan kemauan untuk terus belajar.

Dari seorang anak yatim yang pernah mengandalkan mi instan, sebagai pencuci piring, tidur dirumah liar, ia kini mampu membangun usaha yang ikut membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya.

Bahkan, sejumlah mantan sopirnya kini sudah banyak menjadi pengusaha rental mobil. Tiga orang adiknya yang dulu ia bantu menyelesaikan pendidikan, kini juga menjalankan usaha rental mobil di Batam.

Resianti berpesan kepada generasi muda di kampung halaman maupun di rantau untuk jangan ragu untuk mencoba hal yang baru.

“Jangan minder, tetap semangat, optimis, yakin dan percaya diri. Setiap manusia punya hak untuk maju,” pesannya. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *