BERITA  

Retreat Wali Nagari Digelar di IPDN, Bupati Eka Putra: Retreat Bertujuan Untuk Siapkan Pemimpin Nagari Tangguh

Baso, Startingjournalt.com-Ada dua tujuan utama dari pelaksanaan retret ini. Pertama, peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pemerintahan nagari, baik dari sisi kebijakan maupun administratif. Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam menjawab berbagai persoalan di nagari, salah satunya pengelolaan sampah.

Hal ini disampaikan oleh Rektor IPDN Drs. Khalilul Khiri M. Si, saat memimpin upacara pembukaan retreat wali nagari se Kabupaten Tanah Datar di Kampus IPDN Sumatera Barat di Baso Kabupaten Agam, Senin (6/4).

Dikatakan Khalilul, dalam aspek administratif, khususnya pengelolaan keuangan, saat ini masih sering terjadi penyimpangan yang bukan karena niat jahat, melainkan karena ketidakpahaman.

 

Hal ini tentu berbeda dengan penyimpangan yang disengaja. Oleh karena itu, melalui retreat ini diharapkan para Wali Nagari memahami secara jelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

Ke depan tambahnya, praktik-praktik lama yang tidak sesuai aturan, seperti pengelolaan keuangan yang tidak transparan, harus ditinggalkan. Kami berharap sepulang dari retreat ini, minimal para Wali Nagari telah memahami prinsip-prinsip dasar tata kelola keuangan yang baik.

Sementara tambah Khalilul, dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dalam menjawab persoalan yang ada, memerlukan pengembangan konsep yang jelas serta kebijakan tegas.

“Sebagai contoh, saat ini persoalan sampah menjadi isu nasional dan menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu, IPDN juga tengah mengembangkan konsep serta kebijakan pengelolaan sampah berbasis daerah melalui program pengabdian masyarakat, yang saat ini sedang dijalankan di Kabupaten Sumedang sebagai pilot project. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tanah Datar. Yang perlu kita pahami, IPDN tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di daerah,” katanya.

Disampaikan lagi, IPDN saat ini juga terus berbenah menuju standar internasional. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas praja, termasuk kemampuan bahasa Inggris melalui kerja sama dengan lembaga internasional.

“Kami ingin mencetak lulusan yang memiliki prinsip “think globally, act locally” atau berpikir global, bertindak lokal. Artinya, berbagai persoalan di daerah, seperti sampah, energi, dan pelayanan publik, dapat diselesaikan dengan memanfaatkan referensi dan teori global, namun tetap disesuaikan dengan kondisi, budaya, dan kearifan lokal. Tugas kita adalah memilih dan menyesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan daerah,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa waktu retreat yang sangat singkat ini tentu tidak cukup untuk mempelajari semua hal. Oleh karena itu diharapkan para peserta dapat memprioritaskan hal-hal yang paling relevan dan berdampak bagi kemajuan nagari masing-masing.

Khalilul juga mendorong adanya semangat kompetisi antar nagari, baik dalam hal kebersihan, transparansi, maupun kemajuan pembangunan. Menurutnya, kompetisi yang sehat akan menjadi pemicu kemajuan daerah.

Ia juga menyampaikan pentingnya para Wali Nagari untuk membangun jejaring, baik antar Wali Nagari maupun dengan perangkat daerah, sehingga koordinasi dan kolaborasi ke depan dapat berjalan lebih efektif.

Diakhir sambutannya Khalilul mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tanah Datar yang telah mempercayakan IPDN sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan retreat ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan nagari di Kabupaten Tanah Datar.

Pada kesempatan yang sama Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM mengatakan bahwa retreat bagi Wali Nagari se Tanah Datar merupakan salah satu program prioritas baginya selaku kepala daerah yang tujuan utamanya untuk menyiapkan pemimpin di nagari yang tangguh guna meningkatkan pelayanan publik, meningkatkan pengelolaan keuangan di nagari dan disiplin.

“Hari ini adalah hari yang sangat kami tunggu-tunggu. Akhirnya, cita-cita kami sebagai kepala daerah untuk melaksanakan kegiatan retreat bagi Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar dapat terwujud. Selama kegiatan ini, para Wali Nagari akan mendapatkan tambahan ilmu, wawasan, serta pengalaman berharga di kampus yang kita banggakan ini,” kata Bupati.

Eka Putra juga menyampaikan kegiatan retreat ini memiliki nilai yang sangat strategis dan banyak manfaat yang akan diperoleh. Salah satunya ilmu akan bertambah, wawasan semakin terbuka, serta terbentuknya karakter, mental, dan kedisiplinan, sekaligus memperluas jaringan.

Pada kesempatan itu Bupati Eka Putra juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor IPDN dan Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat dan seluruh jajarannya yang telah menyambut baik serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini.

“Kehadiran langsung Bapak Rektor dari Jatinangor menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kami berharap, melalui retreat ini para Wali Nagari kami akan menjadi pemimpin yang tangguh, mampu mengelola keuangan nagari dengan baik, serta memiliki semangat baru dalam memimpin dan membangun nagarinya,” ungkapnya.

Bupati Eka Putra juga menyampaikan, dari 75 Wali Nagari yang ada di Tanah Datar, sebanyak 74 orang hadir untuk mengikuti kegiatan ini, dan 1 orang tidak dapat hadir karena sakit.

“Tadi malam saya mendapatkan laporan bahwa ada 2 orang Wali Nagari yang tidak bisa mengikuti retreat ini karena sakit. Namun, tadi kita melihat ada peserta yang tetap hadir meskipun menggunakan kursi roda. Ini merupakan semangat luar biasa yang patut kita apresiasi. Semoga semangat ini menular kepada seluruh peserta retreat,” jelasnya.

Selanjutnya, Eka Putra juga mengajak seluruh Wali Nagari untuk selalu menjaga kekompakan. Karena menurutnya salah satu tujuan utama retreat ini adalah mempererat kebersamaan, saling mengenal, berbagi pengalaman, dan menghindari ego sektoral.

“Tadi malam, kami juga menyaksikan langsung bagaimana para Wali Nagari diuji kesabarannya. Untuk mendapatkan makan malam, tidak bisa langsung, tetapi harus melalui proses terlebih dahulu. Ini adalah bagian dari pembelajaran untuk melatih kesabaran dan kedisiplinan,” tukasnya.

Pada pembukaan retreat Wali Nagari tersebut juga hadir Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S. Psi, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Forkopimda, Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Sekda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dan undangan lainnya. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *