BERITA  

Ikuti Retreat di Kampus IPDN Sumbar, Ini Agenda Retret Hari Pertama Wali Nagari se-Tanah Datar

Baso, Startingjournalt.com-Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE MM secara resmi melepas sekaligus mengantar sebanyak 73 wali nagari untuk mengikuti kegiatan retret di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan nagari dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Setibanya di kampus IPDN Sumatera Barat, rombongan langsung disambut oleh Direktur IPDN, Dr. Lalu Satria Utama, S.STP, M.AP. Penyambutan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi awal dimulainya rangkaian kegiatan retret yang telah disiapkan secara terstruktur dan disiplin.

Memasuki hari pertama, para peserta langsung mengikuti berbagai kegiatan awal, salah satunya adalah gladi resik upacara pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi. Gladi resik ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Dalam kegiatan gladi resik tersebut, peserta diberikan pelatihan baris-berbaris yang benar sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan. Para wali nagari dilatih untuk memahami kekompakan dalam satu kesatuan pleton, mulai dari sikap sempurna, langkah tegap, hingga koordinasi gerakan secara bersama.

Selain sebagai latihan fisik, kegiatan ini juga memiliki makna penting dalam membangun karakter kepemimpinan. Kedisiplinan dan kekompakan yang dilatih diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di nagari masing-masing.

Kegiatan selanjutnya yang diikuti peserta adalah upacara makan khas kampus IPDN. Upacara ini dikenal memiliki nilai filosofi yang tinggi dan dianggap sebagai salah satu tradisi penting dalam membentuk sikap disiplin serta rasa tanggung jawab.

Dalam upacara makan tersebut, peserta diajarkan tata krama secara menyeluruh, mulai dari cara duduk, penggunaan alat makan, hingga etika selama makan berlangsung. Bahkan, waktu makan pun diatur secara ketat, di mana makanan harus dihabiskan dalam durasi tertentu sebagai bentuk penghargaan terhadap makanan yang disajikan.

Upacara makan dipimpin langsung oleh Bupati Eka Putra. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kegiatan tersebut mengandung nilai kesabaran dan rasa syukur. Menurutnya, kebiasaan makan yang biasanya dilakukan secara bebas harus disesuaikan dengan aturan yang ada selama mengikuti retret.

“Saya melihat nilai yang dapat kita ambil adalah kesabaran dan rasa syukur. Biasanya kita makan tanpa banyak aturan, namun di sini kita dituntut untuk tertib, tidak ribut, tidak merokok setelah makan, dan wajib menghabiskan makanan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Eka Putra berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti retret dengan sungguh-sungguh. Ia menyebutkan bahwa banyak hal penting yang dapat dipelajari, seperti manajemen keuangan, kedisiplinan, pembentukan mental, serta penguatan kepemimpinan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti retret. Menurutnya, padatnya agenda kegiatan membutuhkan fisik yang prima agar seluruh materi dan pengalaman yang diberikan dapat diikuti secara maksimal oleh para peserta. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *