Tanah Datar, Startingjournalt.com-Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Tanah Datar dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” berlangsung khidmat di Lapangan Cindua Mato pada Kamis, (1/10).
Peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi lintas generasi untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Upacara diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran TNI, purnabakti, hingga pelajar dan mahasiswa. Kehadiran lintas generasi itu menunjukkan bahwa menjaga nilai-nilai Pancasila dan ingatan sejarah bukan hanya tanggung jawab generasi terdahulu, tetapi juga bagian dari tugas generasi muda.
Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, S.I.P., M.M. menegaskan sejarah harus terus dipahami dan diwariskan agar berbagai peristiwa kelam masa lalu tidak kembali terulang. Menurutnya, wawasan kebangsaan dan pemahaman sejarah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Ada beberapa pelajaran yang harus kita ingat dari sejarah, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Jiwa patriotisme, militansi, dan semangat perjuangan inilah yang harus diwariskan kepada anak-anak atau generasi muda kita sebagai suri teladan,” tegasnya.
Ia menyebut, pembekalan wawasan kebangsaan secara berkelanjutan diperlukan agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang sejarah bangsa dan tidak kehilangan arah di tengah perkembangan zaman.
Semangat pengabdian juga terus ditunjukkan kalangan purnabakti. Lisda M Salah seorang pensiunan abdi negara yang telah tiga tahun menjalani masa purnabakti mengatakan, berakhirnya masa tugas bukan berarti berakhir pula pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
“Selama menjadi abdi negara hingga purnabakti, kami selalu taat mengikuti upacara hari besar nasional, termasuk Hari Kesaktian Pancasila. Setelah kembali ke masyarakat, fokus utama kami adalah mengayomi dan mengajak para pemuda, baik yang masih sekolah, pencari kerja, maupun yang sudah bekerja, agar semakin giat meningkatkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut perlu terus disampaikan kepada generasi muda melalui keteladanan dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan kebangsaan.
Di sisi lain, makna Hari Kesaktian Pancasila juga dirasakan langsung oleh pelajar dan mahasiswa yang mengikuti upacara. Bagi mereka, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal sejarah sekaligus memahami bahwa nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jessica Stefani, siswi SMPN 2 Batusangkar, berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Upacara Hari Kesaktian Pancasila hari ini sangat khidmat. Saya berharap momen ini dapat mendorong semua orang untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur pada peristiwa G30S/PKI,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Natania Aurelia Zulfi, siswi SMAN 1 Batusangkar. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam peringatan hari bersejarah dapat menumbuhkan semangat juang sekaligus kepedulian terhadap sejarah bangsa.
“Sebagai pelajar, ikut upacara ini penting untuk meningkatkan semangat juang dan menghargai jasa pahlawan. Ke depannya, saya ingin mengajak teman-teman mengenang hari bersejarah melalui kegiatan atau event positif di sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Edo Sernando, menilai keterlibatan masyarakat dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Kehadiran kita pagi ini membuktikan masyarakat Tanah Datar terus menjaga sejarah tetap hidup. Harapan saya untuk seluruh pelajar dan mahasiswa, jangan hanya tahu tanggal merahnya saja saat peringatan hari besar nasional (PHBN), tapi harus paham latar belakang sejarah di baliknya dan terus memperingatinya,” pungkas Edo.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Tanah Datar akhirnya bukan sekadar mengenang masa lalu. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah memiliki kaitan erat dengan masa depan bangsa.
Bagi generasi muda, memahami sejarah berarti mengenal perjalanan bangsanya, sementara mengamalkan Pancasila berarti meneruskan nilai perjuangan itu dalam kehidupan sehari-hari. Dari purnabakti kepada pelajar dan mahasiswa, semangat kebangsaan diharapkan terus diwariskan agar Pancasila tetap hidup sebagai pedoman dalam membangun masa depan Indonesia.(KT)












