Batam, Startingjournalt.com-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan kerja dan studi komparatif ke Pemerintah Kota Batam, Senin (21/9/2026), di Aula Hang Nadim Kantor Wali Kota Batam.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Tanah Datar untuk menggali pengalaman dan strategi Pemerintah Kota Batam dalam mengelola pemerintahan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun daerah dengan dukungan pemerintah pusat.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, kunjungan ke Batam tidak hanya dalam rangka silaturahmi, tetapi juga untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai kebijakan dan inovasi yang telah dilakukan Pemko Batam.
“Kehadiran kami di sini yang pertama tentu ingin mengetahui bagaimana Wali Kota Batam memimpin, sehingga perhatian pemerintah pusat cukup besar terhadap Kota Batam. Selain silaturahmi, kami juga ingin melihat keberhasilan Kota Batam yang mungkin bisa kami tiru dan diterapkan di Tanah Datar,” ujar Eka.
Menurut Eka, pertukaran informasi antardaerah penting dilakukan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan dan isu pembangunan yang memiliki karakter berbeda. Tanah Datar, kata dia, memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian, peternakan, hortikultura, kebudayaan, pariwisata dan sejarah.
“Kami memang tidak memiliki hotel berbintang seperti di Batam, tetapi seiring berkembangnya sektor pariwisata setidaknya saat ini Tanah Datar memiliki sekitar 300 homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat. Ini merupakan potensi yang terus kami kembangkan agar masyarakat ikut merasakan manfaat dari sektor pariwisata,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Eka Putra juga memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan Tanah Datar, mulai dari Istano Basa Pagaruyung hingga Nagari Tuo Pariangan yang dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah dan asal-usul Minangkabau. Selain itu, terdapat Puncak Bukit Marapalam yang memiliki nilai sejarah dan budaya, dimana sebagai saksi bisu lahirnya falsafah adat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran informasi, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama konkret antara Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Pemerintah Kota Batam.
“Harapan kami, silaturahmi ini terus berlanjut dan ke depan bisa melahirkan kerja sama antardaerah. Kami juga menitipkan masyarakat Tanah Datar yang banyak tinggal dan hidup di Kota Batam,” tutur Eka.
Sementara itu, Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas pilihan Pemkab Tanah Datar menjadikan Batam sebagai salah satu daerah tujuan studi komparatif. Menurutnya, kunjungan antardaerah juga menjadi kesempatan bagi Pemko Batam untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan.
Amsakar menjelaskan, perkembangan Batam hingga menjadi salah satu pusat industri, perdagangan dan investasi nasional merupakan hasil perjalanan panjang sejak era 1960-an.
Menurutnya, posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia, serta dukungan pemerintah pusat menjadi sejumlah faktor yang mendorong perkembangan daerah tersebut.
“Batam hari ini bukan serta-merta seperti sekarang. Ada sejarah panjang sejak tahun 1960-an sampai saat ini. Dari perjalanan panjang itu, Batam berkembang menjadi kota industri seperti sekarang,” jelasnya.
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Batam dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen. PDRB Batam pada tahun yang sama mencapai sekitar Rp253,64 triliun.
Ditambahkan Amsakar, Batam juga terus menarik investasi. Pada semester pertama 2026, realisasi investasi mencapai Rp29,89 triliun, tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp18,37 triliun. Investasi tersebut turut mendorong penciptaan 40.943 lapangan kerja.
“Dalam tren ekonomi, Batam selalu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Karena Batam merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ditambah dukungan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Karena itu, target pertumbuhan ekonomi Batam di atas target nasional bukan sesuatu yang berlebihan,” katanya.
Di sisi lain, Amsakar menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menyebut, selama sekitar 1,7 tahun kepemimpinannya, dirinya telah tiga kali mendapatkan arahan langsung dari Presiden, yang menurutnya menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan Batam.
“Karena itu kami bersama Forkopimda di sini selalu berupaya seiring, sejalan dan kompak,” ujarnya.
Pertemuan Pemkab Tanah Datar dengan Pemko Batam tersebut diharapkan menjadi awal penguatan hubungan kedua daerah, tidak hanya dalam pertukaran pengalaman pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, kebudayaan serta pemberdayaan masyarakat, termasuk memperkuat hubungan dengan masyarakat Tanah Datar yang berada di Batam. (KT)












