Tanah Datar, Startingjournalt.com-Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana bagi GTK Tahun 2026 yang di laksanakan di UPT SMP Negeri 3 Sungayang, Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayati, M. Pd, Senin (21/9).
Doni Chandra, S. Pd, Ketua Panitia pelaksana pada laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dalandasi dengan program GTK Sumatera Barat.
“Kita mendapatkan guru sasaran sekitar 420 orang dengan di bagi dua tempat, yaitu SMP N 3 dan SMP N 1 Sungayang. Kegiatan ini juga ada tingkat SD, SMP dan PKBM. Masih banyak peserta yang belum bisa kita ikut sertakan untuk saat ini. Persiapan yang mendadak namun InsyaAllah nanti di cloter selajutnya akan kita siapkan dengan matang,” paparnya.
Ade dari BGTK (Balai Guru Tenaga Kependidikan) Provinsi Sumatera Barat.
“Kegiatan ini memang agak dadakan. Dari PB GTK sendiri memang mendadak. Ini tentunya kita syukuri karena kita menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan perhatian pusat dengan di bantunya pendanaan dari pusat. Kita juga bekerjasama dengan BNPB, BPBD serta psikologi untuk kesiap siahaan ini. Kami berharap peserta fokus dalam kegiatan ini agar nantinya bisa di aplikasikan nantinya ilmu ini di kehidupan sehari-hari. Minimal kesiap siagaan kita dalam kondisi darurat sudah kita siapkan dari sedini mungkin,” ujar Ade.
Dr. Alfi Hidayati, M. Pd, pada kata sambutannya menjelaskan pentingnya kegiatan ini bagi para peserta GTK.
“Bahwa memang kesiapsiagaan ituemang sangat di perlukan, apalagi daerah kita termasuk rawan bencana. Maka semua hal ini tentu berisiko terhadap masyarakat khususnya sekolah. Sangat di perlukan program ini. Melalui program strategi nasionalnya, presiden melalui menteri pendidikan akhirnya bisa melaksanakan program ini. Materi yang di berikan harus di imbas kan pada peserta pelatihan, sekali lagi, mari kita ikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh agar nantinya kita siap untuk menghadapi bencana yang datangnya mendadak, oleh sebab itu para guru harus siap dalam kondisi apapun, itulah gunanya pelatihan ini, maka di perlukan mitigasi yang salah satunya adalah pelatihan ini,” jelas Alfi Hidayati.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa sebagai guru duta bencana harus siap memberikan atau simulasi kepada anak-anak di sekolah masing-masing.
“Dengan simulasi atau penyampaian terhadap anak, mereka bisa mengenali resiko bencana tetapi dengan kesiapan mental di harapkan nanti biasa meminimalisir korban bencana, kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter, kesiapsiagaan mandiri manjadi point utama bagi kita, sekolah yang tangguh adalah sekolah yamgampu mengenali, mengurangi dan bangkit terhadap bencana,” pungkasnya.
Kegiatan pelatihan kesiapsiagaan bencana ini di hadiri oleh 60 orang utusan satu orang dari UPT SMP se Kabupaten Tanah Datar, BNPB, Impasda dan Fasilitator daerah. (KT)












