Bukittinggi, Startingjournalt.com-Festival Digital Literasi Internasional yang di gelar di Pasa Ateh (Jam Gadang) Bukittinggi, Sabtu (6/6) dalam rangka memperingati hari jadi satu abad (100 tahun) Jam Gadang, merupakan bagian dari kegiatan peragaan 1000 perempuan berbusana Minang. Kontingen dari Kabupaten Tanah Datar, mengutus Baju Milik, dari Nagari Padang Magek, Baju Bakambi Balerong, Jorong Turawan Nagari III Koto, Baju Basiba Itam Marun, Baju Basiba hitam Balango dari Nagari III Koto, dan Baju Basiba hitam Kambuik Pandan dari Nagari Balimbing kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar yang tergabung dalam Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang Magek, Arifin Dt. Rangkayo Mulie menyampaikan bahwa Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar mendapatkan undangan untuk mengikuti festival Digital literasi Internasional pada bagian peragaan 1000 perempuan berbusana Minang.
“Terimakasih kepada Pemko Bukittinggi atas kepercayaannya terhadap kami, Baju Milik ini merupakan ikon dari Nagari Padang Magek. Harus di lestarikan sebagai salah satu warisan budaya kita Tanah Datar khususnya Padang Magek. Dan Baju Milik ini pun sudah terdaftar hak patennya di Kemenkumham, kami juga mengucapkan terimakasih kepada ranah dan rantau yang telah mensupport kegiatan ini,” ungkap A. Dt. Rangkayo Mulie.
Syafril Jamal, selaku Walinagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar menambahkan bahwa Tanah Datar di wakili oleh tiga nagari, yaitu Nagari Padang Magek, Nagari Balimbing dan Nagari III Koto.
“Melihat animo peserta khususnya dari perwakilan Tanah Datar, luar biasa antusias. Masing-masing nagari yang berasal dari Tanah Datar punya ciri khas. Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah kabupaten Tanah Datar yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga hasilnya memuaskan,” pungkas Syafril Jamal.
Tampilnya baju milik dari Nagari Padang Magek menjadikan pusat perhatian bagi penonton dan para juri. Keseragaman dan kekompakan serta dengan jumlah 120 orang yang ikut dalam baju milik ini menjadikan penampilan baju milik Padang Magek terlihat mewah. Juga penampilan Baju Basiba hitam balanjo yang pesertanya membawa balango (periuk tanah) juga menjadi atensi penonton, di gabungkan dengan baju Basiba hitam kambuik pandan yang berasal dari Nagari Balimbing.
Festival ini di selenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia. (KT)
Berita Terkait
Post Views: 8












