Tanah Datar, Startngjournalt.com-Di tengah maraknya pemberitaan mengenai kasus kekerasan dan perundungan (bullying) yang kerap menghantui dunia pendidikan, upaya perlindungan terhadap buah hati kini menjadi prioritas utama bagi Kementerian Agama. Kegelisahan akan keamanan fisik maupun kenyamanan psikis anak saat menimba ilmu di asrama seringkali menjadi beban pikiran yang mendalam bagi masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko sebagai Pilot Project Pesantren Ramah Anak tampil mempresentasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Perilaku Menyimpang dalam rangkaian monitoring Pemerintah Provinsi melalui Biro Kesra, Selasa (5/5) di ruang Kepala SMA Negeri 3 Batusangkar. Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi ekosistem pendidikan di Tanah Datar, memastikan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga benteng perlindungan yang kokoh bagi anak-anak.
Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, menegaskan bahwa rasa aman secara fisik dan nyaman secara psikis adalah hak dasar yang harus didapatkan setiap santri. “SOP ini menjadi alat (tool) krusial yang menjamin transparansi dan kepastian hukum dalam setiap interaksi yang terjadi di lingkungan pendidikan,” jelasnya saat meninjau pilot project tersebut yang turut dihadiri Kabid Papkis (Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam), H. Joben.
Dalam paparan yang disampaikan oleh Guru BK, Ustadz Fandi, Darul Ulum menetapkan aturan ketat yang melarang setiap guru maupun pembina mengajak santri ke ruang pribadi dengan alasan apa pun. Segala bentuk bimbingan dan konseling kini wajib dilakukan di ruang terbuka atau ruangan khusus yang terpantau kamera CCTV guna menutup celah terjadinya tindakan tidak wajar.
Tak hanya itu, para santri kini dibekali keberanian untuk menjaga batas privasi diri dan berhak menolak secara sopan permintaan yang dirasa aneh atau membuat tidak nyaman. Sistem perlindungan ini juga mencakup pengawasan ketat terhadap penggunaan gadget dan pembentukan tim satgas yang menjamin kerahasiaan setiap laporan pengaduan dari santri.
Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko dan SMA Negeri 3 Batusangkar menjadi pilot project satuan pendidikan Ramah Anak dari Kabupaten Tanah Datar. Ikhtiar ini juga sejalan dengan misi besar Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi sebagaimana amanat peraturan perlindungan anak. Keberhasilan pilot project ini diharapkan dapat segera menular ke seluruh madrasah dan pesantren lain, menciptakan lingkungan belajar yang bersih, inklusif, dan bebas dari rasa takut.
Melalui komitmen yang kuat ini, orang tua kini dapat menitipkan anak-anak mereka dengan lebih tenang karena pesantren telah bertransformasi menjadi rumah kedua yang paling aman. Dengan pola asuh yang mengedepankan kasih sayang dan pengawasan yang sistematis, masa depan santri sebagai generasi yang religius dan kompeten kini lebih terjamin keberlangsungannya. (KT)












