Bukittinggi, Startingjournalt.com-Komitmen Nanang Rukmana selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas Ii A Bukittinggi, ingin menciptakan lingkungan Lapas yang bebas dan bersih dari peredaran Handphone, Pungutan Liar/Pungli dan Narkoba (HALINAR), di sampaikan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Bukittinggi Abdul Silaban, SH saat bersilaturahmi dengan awak media di ruang kerjanya, Selasa (28/04).
“Kami Pimpinan Lapas beserta Pegawai dan seluruh jajaran komitmen menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dan bebas dari HALINAR (Handphone, Pungutan Liar/Pungli dan Narkoba). Ini terutama sekali Narkoba, kami tidak mentolelir adanya pelanggaran penyalahgunaan narkoba, apabila ditemukan warga binaan yang ketahuan memakai atau mengedarkan narkoba di dalam Lapas kami akan tindak tegas dan langsung kami serahkan kepada pihak yang berwajib” papar Abdul Silaban.
Lebih lanjut, Abdul Silaban menjelaskan bahwa untuk mewujudkan lingkungan Lapas yang ZERO HALINAR, jajaran petugas Lapas Bukittinggi menggunakan pendekatan persuasif dan lebih kepada kekeluargaan.
“Disini petugas tidak ada yang main kekerasan, saya sangat melarang main kekerasan dalam menghadapi Warga Binaan, karena itu tidak akan berhasil dan malah akan membuat Warga Binaan semakin membangkang, lebih pada pendekatan kekeluargaan, komunikasi sehingga mereka mengerti dan menyadari bahwa memakai narkoba itu tidak ada manfaat dan menimbulkan kerugian besar” ujarnya.
Selain itu sebagai Kepala KPLP yang sejak ditugaskan di Lapas Bukittinggi tahun 2023, dirinya fokus untuk membersihkan lingkungan Lapas dari peredaran narkoba.
“Karena narkoba ini pemicu terjadinya keributan di dalam antar sesama warga binaan. Petugas terus secara rutin terus melakukan razia, sehingga apapun bentuk permasalahan yang ada di lapas bisa diatasi. Untuk memberi hukuman atau efek jera terhadap warga binaan, kami tetap tidak menggunakan kekerasan, saya sangat melarang itu. Karena itu akan sia-sia saja. Mereka lebih takut masuk Trapsel dari pada dipukuli. Jadi intinya di dalam ini kita lebih kepada pembinaan” lanjutnya.
Selain menegakkan ZERO HALINAR, tambah Abdul Silaban masih banyak program pembinaan warga binaan yang dilakukan oleh Lapas Bukittinggi seperti kegiatan keagamaan, pendidikan karakter melalui pramuka, latihan keterampilan membuat mantel, sandal hotel, program pendidikan kesetaraan paket A, B dan C, pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan dan lain sebagainya.
Dengan adanya program pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal warga binaan, sehingga setelah selesai menjalani pembinaan di Lapas Bukittinggi dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi di tengah-tengah masyarakat, pungkasnya. (KT)












