Pasaman Barat, Startingjounal.com-Bencana banjir yang melanda Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Pasaman Barat, sejak beberapa hari terakhir menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas warga. Berdasarkan rekapitulasi sementara per 29 November 2025, sedikitnya 172 kepala keluarga (KK) atau 706 jiwa tercatat terdampak banjir yang merendam sejumlah jorong di wilayah tersebut.
Pemerintahan nagari bersama unsur Forkopimca telah mendirikan posko darurat pada 26 November 2025 berlokasi di Gudang Pangan Nagari Air Bangis. Posko tersebut dilengkapi dapur umum 1 unit dan pos pengungsian 1 unit yang menampung warga yang terpaksa mengungsi. Hingga laporan ini disusun, terdapat 58 KK atau 241 jiwa yang mengungsi, terdiri atas 115 laki-laki dan 126 perempuan.
Wilayah Paling Terdampak Banjir ada titik di dua jorong, yaitu: Jorong Bunga Tanjung (Belakang Telkom, Merubah Nasib, Kampung Pinang, dan kawasan pinggir Jalan Raya) dan Jorong Pasar Pokan (Tambak Baru dan sepanjang pinggir Jalan Raya).
Sejak dibuka, posko penanganan bencana telah menjalankan berbagai layanan darurat, antara lain: Operasional dapur umum, Distribusi air bersih, Penerimaan dan penyaluran logistik, Distribusi makanan dan minuman, Evakuasi dan assesment lapangan, Pelayanan medis, Trauma healing bagi kelompok rentan.
Sejumlah unsur terlibat aktif dalam operasi penanganan ini, mulai dari Wali Nagari Air Bangis, Camat Sungai Beremas, Polsek Sungai Beremas, Koramil 07/Air Bangis, Posal Air Bangis, Polairud Polres Pasaman Barat, Puskesmas Air Bangis, pendamping sosial Kemensos (TKSK/PPKH), Kelompok Siaga Bencana, Pokdarling, KUA Sungai Beremas, GUDEP MAN 1 Pasaman Barat, serta relawan dari berbagai elemen masyarakat.
Hasil rapat Forkopimca yang dipimpin Camat Sungai Beremas, Yumri, S.Pd, menetapkan pembukaan donasi pada 27 November 2025, sehari setelah posko didirikan. Pada hari pertama, pendanaan operasional sementara ditalangi oleh Pemerintahan Nagari Air Bangis.
Pemerintahan Nagari Air Bangis telah dua kali mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Dinas Ketahanan Pangan, surat pertama berdasarkan data 64 KK, dan surat kedua sebanyak 88 KK. Pihak dinas disebut sudah memberikan respons positif, namun hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak kabupaten.
Sementara itu, bantuan yang mengalir ke posko masih bersumber dari lingkungan nagari, yakni dari pengusaha lokal, perusahaan, dan berbagai pihak di Air Bangis.
Pemerintah nagari bersama unsur terkait masih terus melakukan pendataan lanjutan sekaligus memonitor kebutuhan mendesak para pengungsi, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. (Faris Iswandi)
(Faris Iswandi)










